Menjadi Pegawai Negeri Sipil atau yang beken dengan sebutan PNS (kini Aparatur Sipil Negara/ASN) masih menjadi idaman bagi mayoritas masyarakat Indonesia. Gajinya memang nggak terlalu tinggi sih. Bandingkan dengan menjadi pengusaha atau pegawai BUMN. Meskipun demikian, jangan salah, jaminan kehidupan yang konsisten hingga pensiun, serta gengsi yang cukup tinggi, banyak yang mendambakannya, dears…

Namun, seperti riak-riak yang tak kunjung usai, difabel masih tersisihkan ke dalam dunianya yang sendiri. Stagnan. Ya, difabel masih mendapatkan hambatan cukup berliku untuk bermimpi mengejar gengsi. Apakah ada yang salah?

Muhammad Baihaqi, salah satu pendaftar CPNS 2019 adalah gambaran nyata akan hal ini. Hanya dikarenakan dia difabel netra (hanya satu matanya masih bisa berfungsi) ia harus menelan pil pahit. Sepucuk surat kelam tercatat kembali dalam dunia CPNS.

1. Mendaftar Formasi Disabilitas


Dikarenakan statusnya sebagai difabel, ia memilih jalur aman. Ia memutuskan untuk mendaftar jalur Disabilitas. Yakni, jalur yang diperuntukkan khusus untuk difabel. Harapannya, peluang untuk diterima lebih potensial.

2. Mendaftar Formasi di Jawa Tengah

Muhammad Baihaqi saat Mengabdi untuk Anak-anak TKI di Malaysia ( via dok. Pribadi )


Sebagai seorang putra asli Jawa Tengah, ia memutuskan untuk mengabdi di tempat mana ia berpijak. Ia saat ini mengajar di sebuah sekolah swasta di Jateng. Dalam pendaftaran CPNS pun memilih cara yang sama. Tepatnya mendaftar formasi Guru Matematika di SMA pada formasi yang disediakan Pemprov Jateng. Mimpi yang nggak muluk-muluk. Untuk selalu dekat dengan kampung halaman. Mengabdi pada tanah kelahirannya.

Baca Juga: Saat Kamu dengan Gampang Mendaftar CPNS, Difabel Harus Berjuang Ekstra Keras

3. Meraih Peringkat Pertama SKD Kategori Difabel


Dengan latar belakang jurusan Pendidikan Matematika, nggak mengherankan jika ia bisa lolos passing grade SKD. Nggak cuma itu, dia berhasil meraih rangking satu untuk kategori difabel di tingkat nasional. Pengalaman mengajar anak-anak TKI di Malaysia, plus lulusan UNY, menandakan dia bukanlah sembarangan. Sekalipun difabel, kompetensi dan kapabilitasnya cukup terjamin.


4. Namun, Ia Nggak Diloloskan Karena Difabel Netra

Muhammad Baihaqi saat Bersama Muh. Nuh, Mendikbud saat itu ( via dok.pribadi )


Meskipun meraih peringkat pertama nasional, ia dinyatakan nggal lolos ke tahap berikutnya, Seleksi Kompetensi Bidang. Ia dinyatakan nggak lolos karena Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Alasannya? Ia merupakan difabel netra. Ia syok saat dipanggil Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Tengah. BKD menyatakan bahwa posisinya hanya untuk Difabel Daksa. Padahal dari awal sudah lolos administrasi dan lanjut ke SKD. Apakah ada yang salah?


Baca Juga: Kaleidoskop 2019; Mulai dari RUU PKS, Diskriminasi CPNS, hingga Naiknya Angkie Yudistia


5. Pengkhianatan atas Surat Edaran KemenPAN-RB yang Membebaskan Semua Difabel Mendaftar?

Muhammad Baihaqi, Korban Pengkhianatan? ( via dok. Pribadi )


Jika merujuk pada Surat Edaran KemenPAN-RB Nomor B/1236/M.SM.01.00/2019 bertanggal 19 November 2019, menegaskan bahwa semua difabel bisa mendaftar, baik formasi disabilitas maupun lainnya. Ia nggak dibatasi ragam difabelnya. Dalam artian, difabel netra dapat mendaftar formasi difabel maupun lainnya. Surat ini juga mengamanatkan agar pemerintah daerah ikut melaksanakannya. Lalu, apakah hal ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap surat edaran tersebut?

6. Ia Memilih untuk Melawan

Muhammad Baihaqi saat Mengajar Murid-muridnya ( via dok.pribadi )


Atas adanya diskriminasi dan upaya melawan hukum terhadap surat edaran yang ada, ia mencoba melawan sepucuk catatan kelam dunia CPNS yang ke sekian kalinya. Masih ingatkah kasus Baiq Nuril? Semoga masih ingat yah, dears. Kita nggak cuma mempertanyakan kaitannya dengan surat edaran tersebut, tapi masih ada kaitannya dengan sumber hukum tertinggi, seperti UU No 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas.

Dengan dibantu LBH Semarang, juga beberapa individu dan organisasi lainnya, ia berencana membawa ke jalur hukum jika upaya dialog nggak mencapai titik temu. Difapedia sangat berharap, ini adalah catatan kelam terakhir yang tergores dalam tinta dunia CPNS. Akankah mimpi yang sederhana ini terwujud? Wait and see….