Pandemik Covid-19 menyebabkan nggak sedikit masyarakat kehilangan pekerjaan, termasuk bagi difabel. Berawal dari itulah, Yayasan Plan Internasional Indonesia melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan pembalut ramah lingkungan untuk difabel di Kota Mataram, Provinsi NTB. Kegiatan pelatihan ini didukung oleh YSLPP dan Lombok Disability Creative Center (LDCC), mitra implementasi WINNER (Women and Disability Inclusive and Nutrition Sensitive WASH Project) di Provinsi NTB.

Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Tanjung Karang Kec. Ampenan Kota Mataram pada Minggu, 14 Juni 2020. Ada 7 orang peserta yang terdiri dari 2 laki-laki dan 5 perempuan. Semuanya merupakan difabel fisik.

Ramah Lingkungan

Ramah Lingkungan ( via www.greeners.com )

“Dengan pelatihan ini mudah-mudahan difabel bisa memproduksi pembalut ramah lingkungan sehingga bisa memberikan peluang usaha baru bagi mereka.” Ujar Irfan Ariyanto, WINNER Provincial Coordinator NTB.

Keterampilan Baru

Suasana Pelatihan ( via dok.Pribadi)

Sementara itu L. Wisnu Pradipta, Ketua LDCC mengatakan, “Dengan keterampilan baru ini mudah-mudahan teman-teman difabel ini bisa terus berkarya dan bisa mandiri di tengah krisis akibat pandemi corona ini”.

Berdasarkan catatan redaksi difapedia, hasil penelitian jaringan organisasi penelitian disabilitas yang baru keluar akhir-akhir ini, nggak sedikit difabel yang nggak bisa atau kesusahan bekerja. Rata-rata penghasilan penyandang disabilitas di Indonesia menurun hingga 30-50%. Mayoritas merupakan pekerja informal.

Perhatian pada Kelompok Marginal

Kelompok Difabel ( dok. Pribadi )

“Pelatihan untuk kelompok difabel ini menjadi bukti bahwa YPII memperhatikan kelompok marjinal di masyarakat. Kami sangat mengapresiasi hal ini”, Kasie Reksos, Dinas Sosial Kota Mataram, Zulfa Nur Azizah, S.Psi, M.Si

Nggak Sekadar Pelatihan

Banyak Produk Difabel Nggak Terserap Pasar ( via www.kotaindustri.com )

Direktur YSLPP, Rohiyanah menambahkan bahwa setelah pelatihan ini Plan Indonesia, LDCC dan YSLPP akan membantu produksi lanjut kemudian mempromosikan produk pembalut ramah lingkungan hasil karya penyandang disabilitas ini kepada masyarakat.

Anggap saja ini antitesis terhadap banyaknya pelatihan dari pemerintah maupun swasta yang nggak ada follow up sama sekali pasca pelatihan. -_-

Pembangunan Berkelanjutan

Membangun Kelompok Difabel yang Berkelanjutan ( via www.okezone.com )

Plan International merupakan organisasi pengembangan masyarakat dan kemanusiaan internasional yang berfokus pada pemenuhan hak anak dan kesetaraan anak perempuan. Kami memperjuangkan sebuah dunia yang adil untuk pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan, bekerja bersama anak, kaum muda, masyarakat dan mitra. Upayanya pun berfokus pada pembangunan berkelanjutan melalui kemitraan jangka panjang dan penggalangan sumber daya yang lebih luas.

Kaum Muda

Kaum Muda Difabel ( via www.difapedia.com )

Dari segi umur, Plan International sudah termasuk sepuh sih, yakni 80 tahun. Organisasi ini bekerja bersama anak-anak, kaum muda dan masyarakat untuk mengatasi akar masalah diskriminasi terhadap perempuan, ekslusi dan kerentanan. Dengan capaian, pengalaman dan pengetahuan, Plan International mendorong perubahan dalam praktek dan kebijakan tingkat lokal, nasional dan global.