Nggak bisa memungkiri jika hingga hari ini masih terdapat orang-orang yang kurang beruntung secara materi. Meskipun kekurangan materi, nggak berarti mereka memiliki kekurangan nilai dan suri tauladan. Salah satunya yang melekat pada diri Mbah Rosyid (58). Sekalipun usianya sudah dibilang sepuh, ia dengan sabar dan telaten merawat Syaifullah (21) yang difabel intelektual atau grahita.

Meskipun hidup pas-pasan dan dengan kondisi apa adanya, beliau masih ceria menjalani kehidupannya. Hal itulah yang mendasari Difapedia bekerjasama dengan Kelompok Pemuda Guyub Rukun, Dusun Kalimanggis, Desa Jambudesa, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, membangunkan toilet untuk Mbah Rosyid. Berikut catatan difapedia saat terjun langsung di lapangan.

1. Mbah Rosyid merawat sendirian Syaifullah, seorang difabel grahita, sejak isterinya wafat

Syaifullah (21), seorang difabel grahiita ( dok. difapedia )

Mbah Rosyid memiliki tiga orang anak. Dua anak lainnya sudah nggak tinggal lagi dengan Mbah Rosyid. Sejak isterinya wafat, ia merawat sendiri Syaifullah. sekalipun usianya sudah menginjak 21 tahun, syaifullah memiliki kekuatan intelektual yang tidak selaras dengan usia biologisnya. Mulai dari makan yang masih disuap, hingga saat mandi harus dibantu. Hal inilah yang perlu diperhatikan setiap pemangku kebijakan, bagaimana membuat regulasi dan implementasi yang tepat dalam menghadapi difabel dengan kondisi yang beragam.

2. Mengandalkan bantuan pemerintah dan memelihara kambing milik tetangga

Mbah Rosyid (58) masih terlihat kuat di depan rumahnya ( via dok. difapedia )

Usia Mbah Rosyid sudah dikatakan sudah sepuh namun beliau masih sanggup bekerja seadanya. Ia memelihara kambing milik tetangganya. Di luar itu, beliau saat ini sangat bergantung pada program pemerintah. Misalnya PKH khusus disabilitas dan sebagai keluarga pra sejahtera. Beliau sangat berterima kasih untuk skema program afirmasi seperti ini.

3. Rumah semi permanen dan belum memiliki Toilet dan Sumur

Rumah semi permanen dan mengandalkan air hujan ( via dok. pribadi )

Dikarenakan secara materi kurang, ia membangun rumah semi permanen berukuran 4×6 meter. Itu pun berkat bantuan dari pemerintah. Lantai masih berupa tanah dan dinding menggunakan campuran kayu dan kalbisot. Rumah tersebut hanya terdiri dari dua ruangan. Ruang tamu difungsikan pula sebagai kamar tidur. Bagian belakang merupakan dapur dan terdapat lemari berisi pakaian dan peralatan dapur. Di musim hujan, mereka menggunakan tadah air di bawah talang dan beberapa ember. Saat musim kemarau, mereka harus menyusuri sungai.

4. Mengandalkan sungai yang jaraknya 300 meter

Mengandalkan sungai ( via www.ayobandung.com )

Dengan nggak adanya sumur dan toilet, Mbah Rosyid dan Syaefullah selalu mengandalkan sungai yang airnya melimpah saat musim hujan. Sungai ini jaraknya sekitar 300 meter dari rumah mereka. Jika malam hari, akan cukup beresiko bagi Mbah Rosyid dan Syaefullah.

5. Difapedia dan Pemuda Guyub Rukun gotong royong bangun toilet

Penyerahan Simbolis oleh Founder Difapedia dan Pemuda Guyub Rukun ke Mbah Rosyid ( dok. )

Atas dasar perjuangan dan kerja keras dalam merawat Syaefullah, Difapedia lewat Yayasan Difapedia Indonesia Inklusi bekerja sama dengan Pemuda Guyub Rukun membangun toilet untuk Mbah Rosyid. Biaya tersebut semuanya dari skema Dana Sosial Difapedia dan pengerjaan dilakukan oleh Pemuda Guyub Rukun dengan dibantu warga setempat. Dikarenakan keterbatasan dana, untuk sementara dibangunkan toilet terlebih dahulu sebagai kebutuhan yang mendesak. Jika suatu saat nanti terdapat dana yang lebih, ke depan akan dibangunkan sumur untuk Mbah Rosyid.

6. Diapreisasi Bapak Camat Karanganyar

Camat Karanganyar menyempatkan hadir dan memberi sembako ( via dok. difapedia )

Diluar dugaan, ternyata yang Difapedia dan Pemuda Guyub Rukun lakukan mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Selain dari pihak desa, juga diapreisasi Camat Karanganyar. Pratono Aprijadi bahkan menyempatkan meninjau langsung sekaligus memberikan bantuan sembako untuk Mbah Rosyid dan Syaefullah.

7. Kerjasama Difapedia dan Pemuda Guyub Rukun akan tetap berlanjut

Kerjasama Difapedia, Guyub Rukun dan Warga ( via dok. difapedia )

Sebagai bagian untuk bisa bermanfaat bagi sesama, kerjasama antar Difapedia dan Pemuda Guyub Rukun nggak akan terjadi kali ini saja. Kolaborasi ke depan akan terus diupayakan untuk bertekad membangun lingkungan sekitar yang sejahtera lahir dan bathin. Mulai dari difabel, lansia, hingga anak yatim-piatu akan menjadi concern bagi Difapedia dan Guyub Rukun. Hal ini sesuai dengan misi difapedia untuk membangun kultur inklusif dengan nggak terpaku pada difabel saja. Meskipun demikian, terdapat kebijakan affirmative action bagi difabel. Jika kalian ingin berontribusi membangun peradaban yang inklusif lewat Yayasan Difapedia Indonesia Inklusi, bisa korespondensi ke difapediahub@gmail.com .

Salam Inklusif!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *