Disabilitas Dibekali Keterampilan Siap Menghadapi di Era Digital

Situasi dan kondisi era digital yang sedang terjadi, teman-teman disabilitas diharapkan siap menghadapi tantangan yang ada dengan keterampilan digital yang dimilikinya. Hal tersebut disampaikan oleh Mukhanif Yasin Yusup, Direktur Difapedia dalam sambutan workshop Literasi Digital Inklusif Disabilitas di Ruang Seminar Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang, Rabu (13/9).

“Masa depan adalah dunia digital. Mau tidak mau kita harus menghadapinya. Difapedia sudah membangun infrastuktur digital yang diperlukan, saatnya disabilitas dibekali keterampilan yang diperlukan untuk mengisi wadah tersebut”, lanjut Mukhanif.

Sementara itu, Sutikno, perwakilan Fakultas MIPA menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan ruang bersama antara difabel dan non-difabel dalam menghargai perbedaan dan keberagaman.

“Amanat Kemendikbudrisetdikti pun adanya sistem yang inklusif. Hal ini untuk mengkomodir orang yang disabilitas maupun non-disabilitas. Selain itu, berkat bantuan teknologi yang ada dalam Hp kita, misalnya dapat membantu kita berkomunikasi dengan disabilitas rungu lewat aplikasi di android”, terang Sutikno.

Salah satu pemateri manajemen konten dan media sosialbyang hadir, Lalu Bintang Wahyu Putra, menekankan Disabilitas dapat memulainya dari hal sederhana. Yakni, dari lingkungan mereka sendiri.

“Difabel dapat memulai membuat konten tentang kehidupan sehari-hari. Tentang review aksesibilitas di sekitar. Hingga tentang informasi-informasi terkait difabel” lanjut Bintang.

Lebih lanjut, Bintang menegaskan saat ini difabel harus memanfaatkan sektor digital untuk mengadvokasi isu-isu difabel hingga mengedukasi publik terkait difabel. Hal ini pun diterangkan oleh Hamas Nahdly, selaku Kepala Divisi Program Siberkreasi.

“Saat ini, program yang menyasar disabilitas ini sudah berjalan dua tahun. Harapannya dapat mengajak rekan-rekan disabilitas aktif di sektor digital sekaligus mengedukasi publik terkait hak-haknya yang memang sudah diamanatkan undang-undang” terang Hamas.

Acara yang dihadiri oleh 75 peserta disabilitas dan 25 non disabilitas ini juga mennghadirkan Shindita Aprilia Nurmalasari, praktisi marketplace yang membagikan pengalaman memanfatkn sektor digital untuk sektor UMKM yang dimilikinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *