Kemampuan coding dan desain semakin dibutuhkan di industri digital dan kreatif saat ini. Kemampuan tersebut dapat membuka peluang yang luas untuk bekerja dan juga berwirausaha. Bahkan pada tahun 2019, Linkedin merilis 15 pekerjaan yang paling menjajikan di dunia saat ini, sepuluh diantaranya berkaitan dengan coding dan desain lho…
Sayangnya, kesempatan untuk belajar coding dan desain belumlah merata, terutama untuk teman-teman difabel. Untuk itulah DGTLZ Indonesia menyelenggarakan kegiatan pelatihan coding dan desain yang dirancang khusus untuk teman-teman difabel, khususnya tuli (difabel rung-red). Kegiatan ini diberi nama CODEsign – Coding & Design Course for People with Disability.

1. Keyakinan bahwa setiap orang berhak setara

Kesetaraan untuk difabel ( www.suara.com )

Panji Prabowo, inisitator kegiatan ini mengatakan dalam video sambutannya “CODEsign diadakan dengan keyakinan bahwa setiap orang berhak untuk mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar coding dan desain. Banyak teman-teman disabilitas terhambat dalam pendidikan dan pekerjaan karena minimnya akses untuk mereka.”

Pelatihan ini terdiri dari pelatihan daring dan luring. Pelatihan daring terdiri dari 20 modul tingkat dasar yang akan dimulai bertepatan dengan Hari Pahlawan, 10 November 2020. Pelatihan luring untuk modul tingkat lanjut akan diadakan pada 27-29 November 2020 di Bandung secara intensif untuk peserta terpilih.

2. Bekerja sama dengan GERKATIN

Isyarat sebagai bahasa komunikasi difabel rungu ( via www.genpi.co )


Kegiatan CODEsign didukung (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN) Jawa Barat. Gerkatin merupakan organisasi sosial yang memperjuangkan difabel tuli dalam bidang-bidang yang dibutuhkan terutama akses visual dan bahasa isyarat.

3. Upaya mewujudkan difabel yang mandiri

Mewujudkan kemandirian bagi difabel ( via www.bisnis.com )

Billy Birlian Purnama, Ketua DPD GERKATIN Jawa Barat menyampaikan harapan dalam video sambutannya “Acara ini (bertujuan) agar teman-teman tuli semangat belajar, dan agar nanti kedepannya dapat bekerja di industri atau berwirausaha mandiri.”


Proses pendaftaran sudah dimulai sejak 27 Oktober dan berakhir pada 3 November 2020. Sampai pendaftaran ditutup, jumlah peserta mencapai 60 orang. Mayoritas berasal dari Jawa Barat dan memiliki difabel rungu, namun ada juga yang datang dari provinsi lain bahkan luar jawa dan juga ada pendaftar dari disabilitas daksa dan netra.

4. Dukungan Pemprov dan Alumni Grant Scheme

Teknologi dan disabilitas tidak bisa dipisahkan ( via www.mediaindonesia.com )


Kegiatan CODEsign ini juga didukung oleh BDG Digital dan TIKOMDIK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa
Barat, beserta Pemerintah Australia melalui Alumni Grant Scheme yang diadministrasikan oleh
Australia Awards di Indonesia.
Panji berharap kegiatan ini dapat memberikan peluang untuk teman-teman disabilitas agar
kedepannya dapat bersaing dengan setara untuk bekerja di industri digital dan kreatif di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *