Oleh: Qurrota Aini Zahrotu S

Bencana alam merupakan serangkaian peristiwa yang mengancam atau mengganggu kehidupan masyarakat yang disebabkan oleh alam, seperti banjir, gempa bumi, tsunami, dan gunung meletus. Bencana alam sudah nggak asing lagi dialami oleh masyarakat Indonesia. Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) Indonesia mencatat bahwa sepanjang tahun 2020 telah terjadi sebanyak 2.929 bencana alam yang didominasi oleh banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor. Bencana alam menimbulkan kerugian dan berdampak pada berbagai sektor kehidupan, baik itu secara jasmani, sosial, psikologis, dan ekonomi. Terjadinya bencana alam nggakhanya berdampak pada kehidupan masyarakat umum, tetapi juga berdampak pada masyarakat difabel.

Difabel rentan menjadi korban bencana alam

Bencana alam dapat menimbulkan sederet permasalahan bagi difabel. Menurut Jurnal Administrasi Publik Volume 3 yang diterbitkan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, setidaknya terdapat enam permasalahan yang dialami oleh difabel selama bencana alam. Permasalahan tersebut meliputi belum optimalnya pelaksanaan program persiapan bencana alam bagi difabel, kurangnya partisipasi difabel dalam edukasi pengurangan risiko bencana (PRB), sulitnya aksesibilitas difabel terhadap materi edukasi PRB, penyandang disabilitas nggak sepenuhnya dapat bertindak cepat untuk menyelamatkan diri saat bencana alam terjadi, kurangnya pendataan spesifik mengenai identitas serta kondisi penyandang disabilitas, dan masih kurangnya fasilitas pelayanan publik bagi penyandang disabilitas yang mudah diakses di barak pengungsian. Berbagai permasalahan tersebut memerlukan penanganan yang serius karena telah menyulitkan penyandang disabilitas untuk mendapatkan kenyamanan dan memenuhi kebutuhannya selama terjadinya bencana alam.

Terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dialami oleh difabel selama bencana alam terjadi. Upaya dapat dilakukan dengan menerapkan langkah-langkah mitigasi bencana alam bagi difabel, baik itu sebelum terjadinya bencana alam, saat terjadinya bencana alam, maupun setelah bencana alam terjadi. Dikutip dari laman bnpb.go.id dan tempo.co menyebutkan beberapa langkah untuk meningkatkan mitigasi bencana bagi difabel.

Sebelum terjadinya bencana alam

  • Melakukan pendataan penyandang disabilitas secara menyeluruh pada tiap-tiap wilayah dan mengelompokkan berdasarkan kondisi dan jenis disabilitas yang dialami.
  • Mengomunikasikan berbagai risiko yang dapat terjadi selama bencana alam beserta langkah-langkah penanggulangannya pada difabel.
  • Memberikan pelatihan dan pendidikan kepada difabel beserta keluarga mengenai langkah-langkah serta kegiatan untuk mengurangi risiko saat terjadinya bencana alam.
  • Mengomunikasikan sistem peringatan dini saat terjadi bencana alam pada difabel.
  • Melakukan pemetaan kebutuhan difabel saat bencana alam terjadi.

Mempersiapkan fasilitas dan pelayanan bencana alam yang mudah untuk diakses oleh penyandang disabilitas, seperti dibangunnya toilet khusus bagi difabel di barak pengungsian.

Saat terjadinya bencana alam

Selain hal tersebut di atas, saat terjadinya bencana alam juga sangat penting lho, guys. Hal ini nantinya sangat penting dilakukan agar tidak meimbulkan korban yang bertambah maupun terkait dengan akses yang berkorelasi dengan kebutuhan dan layanan yang sesuai dengan ragam disabilitasnya.

  • Melakukan evakuasi dengan menjauhkan penyandang disabilitas dari lokasi bencana alam. Bawa difabel ke layanan kesehatan maupun barak pengungsian terdekat.
  • Melakukan pendataan serta penilaian kondisi difabel secara menyeluruh.
  • Memastikan pemenuhan kebutuhan difabel selama bencana alam terjadi, baik itu kebutuhan jasmani maupun rohani.
  • Memberikan pendampingan psikologis bagi difabel melalui program terapi maupun konseling.

Setelah terjadinya bencana alam

Fase ini merupakan salah satu hal yang seringkali menjadi sorotan. Nggak hanya kepada difabel, tetapi juga non-difabel. Seringkali pasca kejadian bencana alam muncul berbagai masalah, mulai dari kebutuhan makanan, obat-obatan, psikologis, biologis, dan lain-lainnya. Beberapa hal yang sekiranya penting untuk dicatat paasca bencana alam bagi difabel antara lain;

  • Melakukan evaluasi terkait pelayanan dan penyediaan kebutuhan bagi difabel selama bencana alam terjadi.
  • Melakukan evaluasi dan meningkatkan pelatihan penyelamatan diri saat terjadi bencana alam bagi difabel
  • Memberikan pendampingan konseling bagi difabel untuk meminimalisir adanya trauma jangka panjang pasca bencana alam.

Mitigasi bencana merupakan salah satu poin kunci untuk mengatasi permasalahan serta memenuhi kebutuhan difabel selama terjadinya bencana alam. Oleh karena itu, diperlukan adanya perencanaan serta persiapan yang matang agar program mitigasi bencana dapat terlaksana dengan baik dan tepat sasaran. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan program mitigasi bencana, baik itu sebelum, saat, maupun setelah terjadinya bencana alam.

Terlaksananya program mitigasi bencana bagi difabel merupakan tanggung jawab bersama yang harus diemban oleh setiap lapisan masyarakat. Hal ini dikarenakan difabel juga merupakan bagian dari masyarakat, setiap haknya perlu ditunaikan dan dipertanggung jawabkan dalam setiap kondisi termasuk saat bencana alam terjadi.

Qurrota Aini Zahrotu S, Mahasiswa Universitas Gadjah Mada sekaligus anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Peduli Difabel UGM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *