Workshop Literasi Digital Inklusi Disabilitas; Upaya Mendorong Disabilitas Mandiri dan Berdaya

Sebagai warga negara Indonesia, penyandang disabilitas memiliki potensi yang harus dimaksimalkan, termasuk di sektor digital dalam menghadapi era digital yang tidak bisa dihindarkan. Hal ini ditegaskan Abdurahman Hamas Nahdly, selaku Direktur Program Siberkreasi Kementerian Kominfo dalam pengantar Literasi Digital Inklusi Disabilitas di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Kamis (20/7).

“Terlepas dari dinamika yang ada, peluang dan tantangan bagi disabiitas di era digital harus dihadapi. Dengan berbekal potensi-potensi yang dimiliki kaum disabilitas sekirnya mampu dimaksimalkan oleh semua pihak. Siberkreasi kementerian Kominfo mengawal dan memastikan hak-hak tersebut dan mendampingi pelaksanaan dari kebijakan pemerintah” terang Hamas.

Acara yang diselenggarakan oleh Difapedia dengan bekerjasama dengan UKM Peduli Difabel UGM dan didukung Siberkreasi ini dihadiri oleh 124 peserta, yang mana sekitar 98 diantaranya adalah disabilitas.

Dalam sambutannnya,  M. Karim Amrullah yang mewakili Difapedia menegaskan bahwa harus ada keterlibatan aktif dari disabilitas untuk kemajuan di sektor digital. Oleh karena itu, perlu membangun kesepahaman bahwa semua Warga Negara Indonesia harus terlibat aktif di daammnya.

“Kami juga mengapresiasi kepada difapedia yang sudah mengadakan acara ini. Dengan acara ini dapat menjadikan momentum bagi disabilitas agar lebih mandiri dan memperluas dalam usaha” terang Mugiarto, perwakilan UGM dalaam sambutan terpisahnya.

Workshop dengan tema “Mewujudkan penyandang disabilitas yang mandiri dan berdaya melalui tranformasi digital yang inklusif” ini menghadirkan dua praktisi kontent kreator dan marketplace, yakni Weliyan Tanoyo dan Lalu Bintang Wahyu Putra.

Weliyan Tanoyo yang merupkan praktisi marketplace memaparkan materi tentang “Manajemen Marketplace dan Optimalisasi Penjualan bagi Pelaku Usaha Diabilitas”. Sedangkan Lalu Bintang Wahyu Putra yang merupakan praktisi konten dan media sosial mennyampaikan materi “Media Sosial sebagai Alat Juang Difabel”.

“Acaranya sangat baik. Harapan kami workshop ini ditindaklanjuti dengan pelatihan-pelatihan bagi penyandang disabilitas” kata Dwi, salah satu peserta disabilitas rungu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *